img-post

gemakeadilan.com - Senin (18/05/2026) menjadi hari pertama dari rangkaian acara Mei Berkabung yang merupakan agenda tahunan milik Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (BEM FH Undip) yang diselenggarakan oleh Bidang Hukum, Sosial, dan Politik (HSP). Acara ini mengangkat tema “Merawat Ingatan: Elegi untuk Mereka yang Dibungkam” yang bertujuan untuk mengenang korban pelanggaran-pelanggaran HAM di Indonesia yang pernah terjadi di bulan Mei, seperti tragedi Trisakti ‘98 dan penghilangan paksa aktivis. Selain untuk mengenang para korban yang kehilangan nyawa, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran Mahasiswa Fakultas Hukum Undip akan pelanggaran HAM yang telah terjadi. 


Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai dari Senin (18/05/2026) s.d Rabu (20/05/2026). Acara ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti penandatanganan petisi, ekshibisi museum korban penculikan ‘98, pemutaran video kolase ‘98, diskusi terbuka dan penayangan film ‘Pesta Babi’ yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai pesan dari isu yang dibawakan film tersebut. Selanjutnya, dalam penyelenggaraannya, Bidang HSP berkolaborasi dengan Bidang Minat dan Bakat (Mikat) sebagai penanggung jawab panggung bebas bertajuk ‘Senandung Panggung Mikat' (SEPAKAT) untuk menutup rangkaian acara Mei Berkabung di tahun ini. 


Sebagai pembuka hari pertama, panitia mulai membuka pop-up museum yang menampilkan ekshibisi foto para korban penghilangan paksa. Museum ini juga berisikan berbagai properti yang telah dibuat oleh panitia. Selanjutnya, peserta diajak untuk mengikuti kegiatan shirt painting serta berpartisipasi untuk mengikuti forum diskusi terbuka yang membahas mengenai isu HAM. 


Acara diskusi terbuka ini menghadirkan Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Muhammad Bumi Pallaspawana sebagai pembicara, serta Anas Zaid selaku Ketua Bidang HSP BEM FH Undip sebagai pemantik. Dalam diskusi ini, dibahas mengenai berbagai regulasi yang kerap menimbulkan multitafsir dan dijadikan sebagai justifikasi atas terjadinya pelanggaran HAM di Indonesia, serta peran negara dalam mewujudkan perlindungan terhadap hak asasi manusia bagi masyarakat. 


Kemudian yang menjadi highlight pada hari kedua, peserta diajak untuk menonton sekaligus membedah film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ yang saat ini tengah menjadi perbincangan di media sosial karena mengangkat isu mengenai eksploitasi yang dilakukan pemerintah di daerah Papua Selatan. Diskusi terpandu ini tampak lancar meskipun masing-masing peserta memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai film ini. Sebagai penutup, MC membacakan narasi singkat mengenai pesan dan arti dari dokumenter tersebut. 


Berbeda dengan hari sebelumnya, di hari terakhir, acara berfokus kepada pertunjukan minat dan bakat mahasiswa melalui panggung SEPAKAT yang diselenggarakan oleh Bidang Mikat BEM FH Undip. Panggung bebas ini dibuka oleh Muhammad Arif Arka Leonardo salah satu talent dan staf BEM FH Bidang HSP yang membawakan orasi singkat mengenai korban-korban yang mengalami kekerasan HAM pada bulan Mei. Saat mahasiswa yang kerap dipanggil Leon ini diwawancarai, ia mengatakan bahwa ia melihat betapa banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi di bulan Mei sampai dijuluki sebagai “bulan berdarah”, ia berharap agar tidak terulang lagi kejadian di era pasca-reformasi ini. Ia juga berpesan kepada keluarga korban untuk tidak menyerah dalam mencari keadilan dan meyakinkan bahwa suara dari korban kini telah menjadi bagian dari sejarah yang akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia.


Selain orasi, terdapat beberapa peserta yang menyajikan pertunjukkan solo dan puisi. Menurut Azka, salah satu penanggung jawab, SEPAKAT ini tidak hanya menjadi panggung bebas untuk para mahasiswa berekspresi, namun juga menjadi sarana penjaringan bagi Bidang Mikat untuk mencari bibit-bibit unggul dan bertalenta. Selain pertunjukan solo dan puisi, terdapat pertunjukan Gigs yang menjadi tempat band-band untuk unjuk talenta. 


Salah satu band yang mengisi acara pada panggung gigs adalah Arkan x Gorbons yang membawakan sejumlah lagu seperti ‘Bento’ dan ‘American Idiot’. Saat diwawancarai, drummer Nael mengaku bahwa ini merupakan gigs pertama mereka dan berencana untuk tampil di gigs-gigs berikutnya di luar lingkup kampus.  


Reporter : Ainaya Namira Salwa

Penulis : Ainaya Namira Salwa

Editor : Amellia Rachmayanti

Foto : Dokumentasi BEM FH Undip