Latest News

Menyelami Pemikiran Para Filsuf dalam Dunia Sophie

admingk 2020-09-16 21:26:34 Seputar FH & Undip

Apa yang pertama kali kalian pikirkan saat menerima sebuah surat yang berisi pertanyaan “Siapa Kamu?” dan “Dari manakah datangnya dunia?”, mungkin pikiran yang terlintas dalam benak kita adalah orang kurang kerjaan mana yang membuat pertanyaan semacam itu? Lantas, bagaimana jika surat itu ditujukan ke alamat seorang gadis kecil? Sophie seorang gadis berusia empat belas tahun yang menerima sebuah surat aneh dari orang tidak dikenal sepulang sekolah bersama Joanna sahabatnya. Di luar dugaan, surat yang berisi pertanyaan remeh tersebut mampu mengubah kehidupannya sebagai seorang gadis kecil biasa. Sophie tahu pertanyaan tersebut bukan pertanyaan biasa, itu adalah pertanyaan seputar filsafat. Novel karya Jostein Gaarder ini merupakan novel terjemahan dari bahasa Norwegia yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1991 serta sudah diterjemahkan ke berbagai puluhan bahasa di dunia. Novel Dunia Sophie ini mengambil genre misteri dan fantasi. Kemudian, seperti halnya yang tertera pada cover, novel Dunia Sophie merupakan sebuah novel filsafat. Namun lebih tepatnya, novel ini adalah sebuah novel sejarah dan filsafat. Bagi orang yang menyukai sejarah, novel ini sangat cocok untuk dibaca karena banyak membahas sejarah pemikiran para filsuf dunia, khususnya para filsuf Eropa. Seperti yang termuat dalam novel ini pembaca akan menemani Sophie dalam mempelajari pemikiran para filsuf yang diberikan oleh pria misterius bernama Alberto Knox yang disebut Sophie sebagai guru filsafatnya yang nyentrik. Bukan hanya itu, di dalam novel ini kita juga akan terheran-heran dan merasa seperti dipermainkan oleh Gaarder dengan alur cerita yang dibuatnya. Seakan tidak puas dengan pemikiran para filsuf yang membuat para pembacanya pusing tujuh keliling, Gaarder juga menambahkan misteri surat-surat aneh yang terus menyebut nama Hilde Moller Knag dan ayahnya yang membuat Sophie kelimpungan akan siapa mereka sebenarnya. Saat membaca novel ini, pembaca akan disuguhkan pemikiran menakjubkan para filsuf tentang bagaimana mereka mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di dunia. Di mana pertanyaan-pertanyaan tersebut sering dianggap sepele bahkan bertentangan dengan yang sudah dipercayai oleh sebagian banyak orang pada masanya sehingga tak jarang para filsuf ini justru hidupnya berakhir dengan mengenaskan. Novel Dunia Sophie dapat memberikan gambaran bahwa filsafat bisa sangat berpengaruh pada kehidupan. Novel ini juga seperti memberikan kesan kepada pembaca bahwa sebuah pertanyaan tidaklah sepele, jika kita tidak dapat menjawabnya. Tidak hanya itu, pembaca juga diajarkan agar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam berbagai hal. Mungkin sudah banyak orang yang mengetahui bahwa buku ini merupakan buku yang seringkali direkomendasikan bagi orang yang ingin memulai belajar filsafat. Namun, novel ini tidak menutup kemungkinan untuk dibaca oleh orang yang sekadar ingin mengisi waktu luangnya dengan hiburan dan juga tetap menambah wawasan. Setelah membaca buku ini, seakan timbul rasa penasaran yang lebih terhadap pemikiran dari masing-masing filsuf sehingga menimbulkan keinginan untuk membaca teori-teorinya secara mendalam. Kekurangan dari novel ini bisa dikatakan terletak pada alurnya yang rumit sehingga pembaca akan dipaksa untuk membaca secara perlahan agar dapat mengerti tentang apa yang disampaikan oleh penulisnya. Namun dari sedikit kekurangannya itu, Jostein Gaarder sepertinya memang orang yang cerdik, ia dapat membuat filsafat yang terlihat rumit dan abstrak menjadi terlihat lebih menyenangkan untuk dipelajari. Novel ini juga menyertakan gambar para tokoh filsafat yang dibahas sehingga pembaca tidak perlu membuka google untuk mencari tahu seperti apa rupa sang filsafat yang diceritakan. Dari bagian covernya sendiri, novel ini seperti mengingatkan pada cerita Harry Potter karya J.K Rowling. Walaupun begitu, cerita Sophie dan gurunya Alberto sama sekali tidak dibumbui oleh sihir dan mantra-mantra. Rindu Pahlawati Divisi Redaksi